jaket parka

Penggemar aktivitas luar ruangan pasti sudah tak asing dengan jaket parka. Sifatnya yang mampu melindungi tubuh dari udara dingin menjadi teman setia ketika mendaki gunung misalnya. Jaket parka mulai dikenal pada tahun 1950 yang menjadi pakaian wajib orang eskimo. Desain sederhana dibentuk menyerupai jas, dilengkapi dengan penutup kepala yang biasanya terbuat dari bulu hewan.

Selain orang eskimo tentara Amerika kala itu juga menggunakan jaket jenis ini  untuk melindungi diri saat cuaca ekstrim ketika berada di lingkungan perang. Seiring dengan perkembangan zaman, jaket parka mulai diminati masyarakat Eropa lain, dan mencapai kejayaan pada tahun 70-an. Jaket parka menjadi tren baju musim dingin yang wajib dimiliki.

jaket parka

Namun pamornya sempat meredup, karena kesannya jaket parka yang sering dipakai oleh kutu buku, membuatnya sejenak ditinggalkan penggemar pada  pertengahan tahun 1980-an. Saat ini para desainer telah mengadopsi jaket parka dan membuatnya dalam bentuk yang lebih trendi, sehingga kembali diminati masyarakat pecinta fashion hingga para artis hollywood juga ikut menggunakan jaket ini.

Jaket parka terdiri dari dua lapis bahan. Masing-masing lapisan memiliki fungsi yang berbeda. Bagian dalam jaket dibentuk dari bahan yang hangat, biasanya terbuat dari wol, sedangkan bagian luarnya dibuat untuk bahan yang anti angin  untuk mencegah angin menembus kulit. Selain itu juga didesain waterproof. Saat ini ada dua jenis jaket parka yang umum digunakan, yaitu

  • Menggunakan nilon dan katun

Penggunaan dua jenis bahan ini membuat jaket parka terlihat tipis namun tetap mampu mempertahankan fungsi dari jaket untuk menahan udara dingin. Lapisan luar terdiri dari nilon, atau polyster sintesis untuk menahan angin dan juga anti air. Terdapat pilihan warna-warna menarik untuk menunjang penampilan. Sedangkan bagian dalam terdiri dari bahan katun, difungsikan untuk menyerap keringat dan menghangatkan ketika cuaca dingin.

  • Menggunakan wol dan nilon

untuk jenis kedua ini, kemampuan bertahan di daerah dengan suhu ekstrim lebih baik dari pada jenis pertama, misalnya ketika mendaki gunung jaya wijaya, everest atau di daerah yang memiliki suhu hingga puluhan minus derajat celcius. Katun diganti dengan bahan wol yang lebih hangat dan juga tebal, jika menggunakan tetap menggunakan katun maka ada tambahan dakron untuk menambah kemampuan menghangatkan badan. Bagian luar masih menggunakan nilon polyester tahan air dan tahan angin.

Fungsi utama dari jaket ini adalah untuk bertahan di cuaca yang sangat dingin. Perkembangan fashion telah mengadaptasi jaket parka hingga cocok digunakan untuk menemani gaya anda sehari-hari, jaket ini cocok digunakan untuk laki-laki maupun perempuan. Desain jaket parka perempuan biasanya dilengkapi dengan tali di bagian pinggang untuk memberikan kesan ramping, selain itu warna yang ditawarkan juga beragam, semakin cantik dipadu padankan dengan warna lain.